Sabtu, 09 Mei 2015

Peta Kabel Internet Bawah Laut di Dunia




Banyak yang tidak tau kalau satu negara atau satu pulau diseluruh dunia terhubung melalui internet dengan perantara kabel, bagaimana caranya kabel bisa menghubungkan antar benua? apa mungkin membuat tiang seperti yang dilakukan PLN? tentu tidak. Kabel yang digunakan adalah kabel serat optik (Fiber Optic) yang dimana ketika berada didaratan akan ditanam dibawah tanah, itu tuh yang suka ngerusak pinggir jalan akibat galian kabel FO. sedangkan untuk dibawah laut tetap akang menggunakan kabel jenis ini.
Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Saat ini sudah mencapai kabel generasi keenam dimana bisa menghantarkan data dalam waktu 5GB perdetik atau sekitar mengirim 7 film berformat VCD dalam satu detik. dan jumlahnyapun sudah ribuan kilometer, termasuk di Indonesia. Beberapa pulau di Indonesia sudah terhubung dengan backbone fiberoptik, kita kenal dengan istilah Palapa Ring, ya tinggal Indonesia bagian timur yang belum terhubung.



Serat kaca yang ada didalam kabel ini dibungkus oleh beberapa bahan lain sehingga kuat dan tahan lama, namun demikian terkadang jangkar kapal dapat juga memutuskan kabel ini atau bencana gempa seperti yang terjadi di jepang beberabapa waktu yang lalu akibat pergeseran vertikal pada kerak bumi. Lalu bagaimana cara memasang kabel yang sebegitu panjang? namanya juga manusia yang diberi kemampuan berfikir, ada saja jalannya. Kabel yang begitu panjang akan dipasang dan disimpan dalam sebuah kapal besar dan digulung dengan rapih sehingga mudah dilepas. Titik awal kabel itu berada didaratan dan kemudian perlahan akan diturunkan kedasar laut dengan menggunakan alat yang dikendalikan secara robotik. Coba lihat video dibawah ini. Beberapa kota di Dunia menjadi titik-titik temu dari jalur-jalur fiber optik ini, yang paling ketara di Asia tenggara adalah Singapur, maka jangan salah jika internet rumahan dinegara ini tertinggi ketimbang negara kita yang terasa masih sangat lambat. Lalu kabel sepanjang itu akan dibentangkan dibawah laut dan tetap menggunakan repeater yang digunakan sebagai penguat. Coba lihat peta dibawah ini, betapa panjangnya kabel yang terhubung sehingga kita bisa melakukan video call dengan teman kita yang ada di luar negeri atau mengirimkan data berjuta-juta jumlahnya.
Anda juga dapat melihat peta interaktif untuk melihat lebih detail peta dari kabel fiber optik yang tertanam di dasar laut ini. Lalu bagaimana peran satelit? untuk case internet biasanya satelit digunakan sebagai backup backbone jika suatu saat fiberoptik terputus atau untuk mengjangkau daerah-daerah yang belum terpasang fiberoptik.
Di Indonesia sendiri internet menggunakan Fiberoptik masih sangat jarang, sekarang ini masih hanya digunakan untuk menghubungkan titik-titik tertentu di satu kabupaten, jika dikota besar seperti di Jakarta atau di Bandung sudah ada beberapa operator yang sudah menggunakan jaringan fiberoptik untuk menyampaikan bandwith ke end user (pengguna akhir) dan hal itu sudah dilakukan di negera tetangga Singapur, jadi melihat orang bergoyang di youtube tidak menjadi goyang patah-patah akibat bufferin

Kecanggihan Teknologi Transfer Cahaya Matahari Ke Bawah Tanah




Jika selama ini kita hanya melihat sinar matahari yang hangat di alam terbuka, di jendela-jendela kita dan hanya bisa dinimati dari permukaan bumi, maka teknologi yang tengah dikembangkan sekarang ini memungkinkan cahaya matahari bisa ditransfer ke tempat lain jauh dibawah tanah.

Kalau kita pernah melihat film dimana dulu proses transfer sinar matahari ke tempat gelap dengan bantuan kaca atau cermin yang memantulkan cahaya secara berkesinambungan sampai mencapai tujuannya di tempat yang gelap (seperti dalam film Indiana Jones), maka teknologi modern memungkinkan pemindahan cahaya real matahari dengan bantuan kabel serat Fiber Optic.

Ide ini dikembangkan oleh para insinyur dan designer di New York yang melihat bahwa semakin sempitnya lahan terbuka di kota metropolitan tersebut. Mereka melihat peluang bahwa begitu banyaknya stasiun Term / Kereta Api bawah tanah yang terbengkalai dan tidak dipakai lagi, bisa dimanfaatkan menjadi area positif sebagai taman publik bawah tanah.
Tentu saja untuk membuat taman bawah tanah tersebut terlihat sangat natural, diperlukan aspek utama yang alamiah, yaitu sinar matahari, yang akan mendorong perkembangan tanaman hidup dan berkembang. Dengan bantuan Serat Optik, para insinyur tersebut menyadari bahwa sinar matahari mampu di tangkap, dikumpulkan dan di salurkan lewat serat-serat fiber optik.
Proyek bernama LowLine ini kemudian dicoba pada sebuah ruang bawah tanah seluas 1,5 Hektar di wilayah Lower East Side, Manhattam. Sebuah terminal bawah tanah yang dibangun pada tahun 1903 yang kemudian tidak lagi digunakan sejak tahun 1948 dijadikan tempat ujicoba proyek ini. Konsep dari transfer sinar matahari ini adalah "menangkap" sinar matahari yang berada dipermukaan, dikonsentrasikan dan di salurkan lewat kabel fiber optik, yang kemudian akan dilepaskan di bawah tanah dengan distributor matahari yang ditanam di langit-langit ruang bawah tanah itu.

Kelebihan pada proses transfer Cahaya mentari dengan fiber optik ini adalah bahwa fiber optik mampu membawa panjang gelombang sinar matahari yang diperlukan untuk mendukung proses fotosintesis tanamanan, yang berarti, di bawah tanah tersebut akan tumbuh tanaman, pohon dan rerumputan yang berkembang dan tumbuh secara natural. Disamping itu, dengan teknologi yang ada, memungkinkan Ultraviolet pada sinar matahari yang bisa membahayakan kulit serta menyebabkan kulit terbakar bisa di saring dan diblokir.
Proyek Transfer Cahaya Matahari ini masih dalam taham konsultasi dengan pihak pemerintah setempat, namun pihak Metropolitan Transit Authority tampaknya 'menerima' ide ini, yang juga didukung oleh berberapa pengusaha setempat.
Mungkin teknologi ini bisa diterapkan di Indonesia, terutama kota Metropolitan Jakarta yang lahannya semakin sempit dan semakin sedikitnya ruang terbuka publik yang ada. Namun, jika akan diterapkan di bawah tanah, terlebih dahulu pemerintah kita musti mensiasati agar taman bawah tanah tersebut tidak terendam banjir. 

DAMPAK NEGATIF SINAR LASER UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH




Dear Ladies,
 Ada Info menarik niech, Bagi Para Ladies yang suka atau tertarik atau Berniat untuk melakukan Perawatan Wajah di Klinik atau Pusat Perawatan Kecantikan dengan Memanfaatkan Sinar Laser atau Peralatan yang Menggunakan sinar Laser sebagai media Perawatannya, Perlu Baca Artikel ini dulu yaa ...
Penggunaan laser dalam dunia kecantikan bukan merupakan hal yang baru, sebab sinar laser merupakan alat terapi anti penuaan. Dengan menggunakan laser, kulit jadi halus dan cantik dalam waktu yang relatif singkat. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika anda memutuskan untuk menggunakan laser sebagai cara untuk cantik. Laser tidak boleh berada dalam kondisi suhu yang panas, selain itu persiapan mental juga diperlukan oleh pasien untuk menghadapi segala dampak penggunaan sinar laser yang akan terjadi pada saat perawatan.
Untuk menghindari hal tersebut, maka alangkah baiknya jika anda mencari tahu terlebih dahulu tentang dampak penggunaan sinar laser untuk kulit. Sebab memiliki kulit yang halus dan wajah yang cantik adalah dambaan semua wanita. Berbagai cara pun ditempuh, walau harus mengeluarkan biaya yang mahal, sebab laser diyakini bisa membantu untuk menjadikan kulit cantik dan halus.
Inilah beberapa dampak penggunaan sinar laser, entah itu dampak positif maupun negatif diantaranya sebagai berikut (follow your heart yaa) :
- Mengencangkan dan meremajakan kulit.
- Bisa menghapus tanda lahir atau tahi lalat yang mengurangi keindahan wajah.
- Menghilangkan flek hitam bekas jerawat.
- Menghilangkan kerut halus sekitar mata.
- Menghilangkan pigmentasi pada wajah yang membuat warna kulit tidak merata.
- Merangsang kolagen lebih cepat tanpa harus merusak jaringan kulit atas.
- Kulit akan tampak kemerah-merahan.
- Tidak boleh terkena sinar matahari langsung.
- Tidak boleh berada di tempat yang bersuhu panas
- Kulit akan mengering dan sensitif pada masa perawatan

Semua penjelasan efek dari penggunaan laser untuk kulit diatas sekiranya mampu memberikan gambaran yang jelas pada para ladies yang tertarik atau berniat untuk menggunakan laser sebagai perawatan kulit anda. Apakah Anda masih tertarik? Semua jawaban ada di Tangan Ladies, Hanya Kami sarankan alangkah Baiknya Kita Melakukan Perawatan tubuh, utamanya wajah seaman dan sealami mungkin untuk menghindari SEMUA DAMPAK NEGATIF dari penggunaan teknologi semacam ini, yang mungkin akan Memberikan Penampilan Menawan "SESAAT" tetapi Efek Negatif yang berkepanjangan

Microsoft Pamer Kecanggihan Teknologi Hologram 3D yang Bisa Digunakan untuk Presentasi






Presentasi dengan menggunakan monitor warna putih sudah menjadi hal yang biasa. Namun Jerukers bisa melakukan sebuah presentasi yang sangat prestisius dengan menggunakan teknologi canggih yang dikembangkan oleh Microsoft bersama Digital Video Enterprises (DVE) bernama Immersion Room.
Sejatinya, Digital Video Enterprises (DVE) merupakan sebuah ruangan canggih yang memang didesain untuk melakukan presentasi secara berkelas. Alih-alih menggunakan layar putih, presentasi di ruangan ini dilakukan dengan menggunakan teknologi holografi. 
Ruangan ini didesain agar bisa menampilkan obyek tiga dimensi secara bebas. Mereka yang ada di dalam ruangan pun tak memerlukan perangkat tambahan seperti kacamata atau sejenisnya. Dengan begitu, teknologi di dalam ruangan ini pun menjadi sangat praktis. 
Di dalam ruangan ini, Jerukers pun bisa melakukan sebuah presentasi selayaknya yang dilakukan oleh Tony Stark dalam film Iron Man. Dan seperti halnya Stark, Jerukers pun bisa berinteraksi secara langsung dengan obyek tiga dimensi digital yang dipresentasikan. 
Microsoft pun menggunakan berbagai jenis teknologi untuk bisa mewujudkan ruangan canggih tersebut, di antaranya adalah Lync, Kinect serta teknologi yang dimiliki oleh DVE lainnya.

Ponsel Pintar LG G3 Berteknologi Sinar Laser



TEMPO.CO, London - LG tengah bersiap meluncurkan telepon pintar kelas premium, LG G3. Ponsel ini bakal menjadi salah satu andalan perusahaan asal Korea Selatan tersebut pada Tahun Kuda Kayu. Sehari menjelang peluncuran di London, Inggris, pada Rabu, 28 Mei 2014, muncul bocoran spesifikasinya. Bocoran datang dari situs LG di Belanda. Itu sebabnya banyak orang sudah mengetahui lebih dulu spesifikasi LG G3. Seperti umumnya ponsel pintar kelas atas, LG G3 memiliki ukuran kayar jembar 5,5 inci. Layarnya menampilkan kualitashigh-definition (HD) dengan resolusi 2.560 x 1.440 piksel. “Teknologi atufocus pada kameranya menggunakan sinar laser,” tulis Engadget, Selasa, 27 Mei 2014.
Resolusi yang ada di kamera utamanya yaitu 13 megapiksel. Namun tidak disebutkan resolusi yang ada di kamera depan. Fitur unggulan lain yang ada di kameranya yaitu optical image stabilization untuk memudahkan pengambilan gambar pada obyek bergerak. Prosesornya menggunakan Qualcomm Snapdragon 801 dengan RAM sebesar 2 gigabita. Sistem operasinya menggunakan Android 4.4.2 alias KitKat. 
Konektivitasnya dapat berjalan di jaringan 3G dan 4G long-term evolution (LTE). Kapasitas memori internalnya mampu menampung file seukuran 16 gigabita. Kapasitas baterainya cukup besar, yakni 3.000 mAh. Jenis baterai ini biasa digunakan di perangkat bergerak dengan performa tinggi. Sayangnya, belum ada bocoran mengenai ketersediaan LG G3 di seluruh dunia serta harga per unitnya. 

LG G3 disebut-sebut menjadi kompetitor terkuat Samsung Galaxy S5. Sebagai perbandingan, Galaxy S5 memiliki ukuran layar lebih kecil, yaitu 5,1 inci. Ponsel ini mengunggulkan kualitas kamera utamanya yang memiliki resolusi 16 megapiksel. Galaxy S5 sudah diluncurkan serentak di seluruh dunia mulai pertengahan April 2014 dengan harga Rp 8,5 juta.

Sekilas Info : 4G LTE Percuma Tanpa Fiber Optik?



VIVA.co.id - Operator dianggap kurang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait layanan 4G LTE. Contoh yang paling nyata adalah soal kecepatan. Padahal, tanpa fiber optik, layanan 4G dianggap tidak bisa memberikan kecepatan maksimal.

"4G LTE memang bisa memberikan kecepatan sampai 100 Mbps, namun ternyata itu hanya untuk satu BTS secara keseluruhan. Masyarakat sendiri tidak peduli dengan speed besar. Mereka sudah puas dengan speed stabil di 2 Mbps. Untuk bisa cepat, mereka butuh fiber optik," ujar anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ridwan Effendi, Selasa 24 Maret 2015 kemarin.

Menurut Ridwan, jika berbicara 4G, berbicara soal akses. Namun, yang sering dilupakan operator adalah soal backbone. Saat ini, operator diklaim masih menggunakan microwave link dan itu dianggap percuma.

"Aksesnya harus besar, tetapi backbone-nya dicekik. 4G harusnya siap dengan fiber optik. Percuma bicara 4G tapi backbonenya masih microwave link," kata dia.

Menanggapi hal ini, Direktur Jaringan XL, Onky Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya sudah cukup memberikan edukasi terkait kecepatan 4G. Bahkan, mereka menegaskan kepada masyarakat jika layanan ini berbeda dengan 3G, lebih memberikan kenyamanan dalam menggunakan aplikasi macam video conference. Bahkan, mereka memberikan tagline '4G - For Goodness'.

"Kalau soal fiber optik, tidak banyak yang tahu memang kalau XL memiliki akses FO sepanjang 35 ribu kilometer. Fiberisasi sudah kita mulai sejak 2010-2011. Ke depan, LTE kita akan menggunakan fiber optik tapi microwave juga berkontribusi di beberapa area. Kalau sampai ke agregasi, baru pakai fiber. Jadi, kita sudah cukup siap ke LTE," papar Onky.

Diperjelas oleh Direktur Ericsson Indonesia, Rustam Effendi, penggunaan Microwave, atau Fiber Optik bukanlah masalah. Hal ini, karena perangkat microwave pun sudah memiliki teknologi yang cukup untuk LTE.

"Teknologi microwave versi lama memang hanya memiliki kapasitas 32-64 megabit. Itu dulu, waktu awal-awal 3G. Sekarang sudah ada microwave yang 1 GB. Hanya saja butuh frekuensi yang tinggi, sehingga cakupan jaraknya pendek. Itulah sebabnya fiber tetap dibutuhkan.

Dikatakannya, zaman fiber belum ada, penggunaan microwave link bisa mencapai jarak 20-30 kilometer, namun bandwidth-nya kecil. "Sekarang jadi bisa pakai fiber, last mile-nya baru pakai microwave. Jadi, microwave tetep ada," kata dia. (asp)

Galian Kabel Fiber Optik Ancam Penilaian Adipura


KBRN, Purbalingga: Wakil Bupati Purbalingga Tasdi mengkhawatirkan adanya pekerjaan galian kabel fiber optik di sejumlah ruas jalan protokol dapat mengancam upaya Purbalingga mempertahankan piala Adipura. Padahal pelaksanaan penilaian Adipura tahap kedua diperkirakan pada pekan ketiga bulan April ini.

“Saya tadi sudah meminta pihak PT Telkom agar pekerjaan galian kabel fiber optiknya dapat dipercepat penyelesaianya. Yang penting sebelum waktu penilaian, galian yang ada sudah rapi kembali,” kata Wabup Tasdi saat Rakor Expose Adipura di Operation Room Graha Adiguna, Selasa (14/4/2015).

Sebelumnya, pada Selasa pagi Wabup melakukan pemantauan bersama personil Badan Lingkungan Hidup (BLH) Purbalingga. Mendapati sejumlah jalan wilayah kota terdapat banyak galian kabel fiber optik yang tidak beraturan, dirinya langsung berkordinasi dengan pimpinan PT Telkom Purbalingga.

“Pihak Telkom siap mempercepat pekerjaan dan mendukung adanya penilaian Adipura,” jelasnya.

Dalam expose Adipura yang memaparkan hasil pemantauan tiga tim gabungan, diketahui masih banyak titik pantau yang harus ditingkatkan nilainya. Diantaranya menyangkut proses pemilahan sampah, pengolahan sampah dan ketertiban parkir.

Di setiap titik pantau, lanjut Wabup, penilaian terhadap pemilahan sampah dan pengolahan sampah masih dibawah nilai 75. Bahkan masih ada lokasi yang nilainya 30 – 50 seperti pemilahan dan pengolahan sampah di Pasar Mandiri dan SMP Negeri 5.

“Hasil penilaian P1 Oktober lalu, Purbalingga mendapat nilai 74,89. Saya minta semua titik pantau yang nilainya masih dibawah 75 berupaya meningkatkan nilai minimal menjadi 75,75 seperti hasil penilaian P2 pada Adipura 2014 lalu. Targetnya, P2 nanti dapat naik menjadi 76,51,” kata Wabup.

Sementara, diungkapkan Kris Hartoyo dari Forum Purbalingga Bersih, hingga kini kesadaran memilahan sampah dan pengolahanya masih menjadi pekerjaan rumah dan tugas berat pemkab. Hingga enam kali Purbalingga mendapatkan Piala Adipura, masih sedikit masyarakat yang memiliki kesadaran memilah sampah organik dan unorganik.

“Diperlukan upaya maksimal untuk menggoyang bandul, agar rakyat mulai sadar dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan memilah sampah dari rumah tangga masing-masing,” katanya.

Sayangnya, upaya tersebut harus diimbangi dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai. Seperti adanya truk pengangkut sampah yang terpilah dan TPA yang menyediakan proses pemilahan sampah.

“Diperlukan strategi bagaimana caranya mengubah perilaku kita terhadap persoalan sampah. Apalagi kedepan penilaian Adipura mengacu kepada konsep Smart City. Tentu indikator penilaianya akan semakin tinggi,” katanya.